BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong konsumen untuk
meningkatkan intensitas penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Teknologi informasi dan komunikasi yang pada awalnya sangat terbatas dalam
menunjang kebutuhan sehari-hari, saat ini telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan atau telah menjadi kebutuhan hidup. Pemenuhan kebutuhan informasi
yang pada awalnya terbatas dapat diperoleh dari media informasi cetak baik
majalah atau koran seiring perkembangannya dapat diperoleh melalui media
informasi eletronik baik radio ataupun televisi. Perkembangan teknologi komunikasi
yang pada awalnya melalui media surat menyurat, berkembang melalui media
telepon koin atau juga telepon rumah, dan menggunakan teleponbergerak tanpa
kabel yang lebih dikenal dengan handphone. Sejalan dengan perkembangan
informasi dan komunikasi, saat ini pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diperoleh
melalui media yang lebih modern yaitu dengan memanfaatkan perkembangan
teknologi internet.Internet merupakan salah satu perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi yang menawarkan sisi kecanggihan, kepraktisan, dan
kemudahan. Informasi yang dapat diperoleh sangatlah beragam dan untuk
mendapatkannya cukup mudah dan praktis. Komunikasi yang dapat dilakukan dengan
menggunakan internet juga praktis dan mudah, tidak terbatas oleh waktu ataupun
jarak.
1.2
Identifikasi Masalah
Berkaitan dengan judul makalah ini, maka masalahnya dapat di
identifikasikan sebagai berikut:
1.
Apa yang di maksud
dengan majalah ?
2.
Dampak media apa
yang ada di majalah ?
1.3
Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah
yang dibahas di batasi pada masalah:
1.
Majalah dalam media
impact
1.4
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah yang
dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.
Perkembangan
majalah dan dampak medianya.
1.5
Tujuan
Tujuan dalam makalah ini adalah memberikan informasi dan wawasan kepada
para pembaca bahwa akan pentingnya perkembangan teknologi komunikasi di
Indonesia sehingga banyak memberikan dampak.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Majalah
Majalah adalah Publikasi atau terbitan berkala tetapi bukan setiap hari
yang memuat berbagai artikel, berita, cerita, dongeng, mitos, legenda untuk
umum.
Definisi majalah menurut Wilcox (2005) yaitu media cetak yang diterbitkan
setiap minggu, setiap bulan, atau triwulan dengan publikasi yang menampilkan
kedalaman subyek daripada koran.
Majalah
mencerminkan tren dan majalah budaya kolonial yang bersaing dengan surat kabar. Majalah perjalanan di
luar batas-batas lokal penerbit menemukan pembaca baru.
McClure
meluncurkan jurnalisme investigatif baru
dalam yang waktu berbeda berhasil
majalah khusus mengambil alih perusahaan mengkonsolidasikan kepemilikan dan menentukan
pembaca. Perusahaan
mengkonsolidasikan kepemilikan dan mendefinisikan pembaca majalah menjadi tiga
jenis majalah di tempat kerja yaitu:
1. Majalah bersaing untuk
pembaca di pasar yang penuh sesak.
2. Pembaca mewakili
penonton berharga bagi pengiklan.
3. Edisi internet
menawarkan masa depan penerbitan majalah outlet baru adalah di internet.
Dalam seiring perjalanan waktu, majalah juga memiliki sejarah penerbitan
yang panjang seperti media massa yang lainnya. Di awali di Negara Inggris,
majalah yang pertama ada di awal abad ke-18 yaitu majalah Review yang bentuk
isinya masih gabungan antara sebuah majalah dan Koran, kemudian diikuti dengan
majalah Tatler. Sedangkan di Amerika Serikat, majalah yang pertama terbit
adalah majalah American Magazine oleh Andrew Bradford dan Benjamin Franklin
yang menerbitkan majalah General Magazine and Historial Chronicle, pada tahun
1741. Namun, majalah-majalah di tersebut tidak mampu bertahan lama dikarenakan
pada saat itu mereka tidak mendapat iklan, sehingga biaya produksi menjadi
mahal serta hanya sebagian kecil orang yang mampu membeli majalah-majalah
tersebut, dilain sisi angka melek huruf pada waktu itu masih rendah. Menjelang
abad ke-19, majalah mulai mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi sebuah
industri yang besar.Saat itu, majalah-majalah yang diterbitkan kebanyakan
mengetengahkan tentang isu wanita, seni dan sastra, politik, agama dan juga
perjuangan sosial.
Majalah tumbuh sebagai media khusus yang menargetkan
pembaca. Waktu perkembangan majalah dari tahun ke tahun:
|
TAHUN
|
PERKEMBANGAN MAJALAH
|
|
1741
|
Benjamin Franklin
dan majalah pertama Andrew Bradford menerbitkan majalah
pertama di Amerika, majalah umum (Franklin)
dan Amerika majalah (Bradford).
|
|
1821
|
Sabtu malam
menjadi majalah pertama yang menjangkau khalayak masyarakat luas.
|
|
1830
|
Louis A. Godey memperkerjakan Sarah Josepha Hale
sebagai editor wanita pertama dari sebuah majalah sirkulasi umum perempuan,
buku ini Godey wanita.
|
|
1865
|
Bangsa menampilkan komentar politik di Boston.
|
|
1887
|
Cyrus Curtis mulai menerbitkan jurnal rumah wanita.
|
|
1893
|
Samuel A. McClure mendirikan majalah Mcclure, pertama
mennujukan bangsa kasus besar untuk jurnalisme investigatif majalah,
menampilkan Muckrakers Ida Tarbell dan Lincoln Steffens.
|
|
1910
|
W.E.B Bu Dois dan nasional asosiasi untuk kemajuan
orang kulit berwarna (NAACP) mulai krisis.
|
|
1923
|
Henry Luce menciptakan waktu, majalah berita pertama
bangsa dan kemudian keberuntungan dan kehidupan, dan akhirnya olahraga di
ilustrasikan.
|
|
1925
|
Harold Ross memperkenalkan new yorker.
|
|
1945
|
John Johnson meluncurkan Ebony dan kemudian Jet.
Perusahan Johnson yang akhirnya menjadi paling sukses penerbit majalah bangsa
untuk pembaca Amerika Afrika.
|
|
1985
|
Publikasi memberli new yorker lebih dari 185 juta,
mulai dari era kosolidasi majalah industri. Hari ini Conde Nast, yang
dimiliki oleh publikasi, menerbitkan 30 majalah termasuk New Yorker dan
Vogue.
|
|
1993
|
Newsweek meluncurkan edisi internet dari majalah.
|
|
1997
|
Penerbitan Dennis, yang memiliki majalah Rolling Stone,
meluncurkan Maxim, peluncuran majalah yang paling sukses dalam dekade
terakhir.
|
|
1999
|
Time warner inc. (Penerbit majalah Time) Marges dengan
Amerika online untuk membentuk media AOL time warner inc.
|
|
2000
|
Oprah Winfrey meluncurkan majalah gaya hidup, majalh
Oprah.
|
|
2005
|
Majalah Slate tumbuh populer sebagai majalah internet,
salah satu publikasi jenis majalah pertama yang dikeluarkan secara eksklusif
secara online.
|
|
2009
|
Penerbit majalah Conde Nast menutup majalah sebelumnya
beberapa sukses, salah satu yang pertama, seperti Gourmet dan Modern Bride,
karena penurunan pendapatan iklan yang disebabkan oleh krisis ekonomi bangsa.
|
|
2010
|
Mengutip peurunan dalam pendapatan iklan, pemilik
Newsweek menjual majalah ke grup investasi. Conde Nast mengumumkan akan
meluncurkan edisi mobile dan tablet majalah paling populer yang dicetak.
|
|
Today
|
Majalah sangat khusus, menargetkan kelompok sempit
pembaca untuk pengiklan. besar perusahaan media mempublikasikan majalah
kebanyakan, dan beberapa majalah yang diterbitkan hanya di internet.
Pendapatan majalah menurun, terutama karena penurunan besar dalam pendapatan
iklan keseluruhan beberapa majalah pengisian untuk konten online.
|
2.2 Klasifikasi
Majalah
Majalah saat ini
dapat dikategorikan menjadi tiga jenis:
1.
Majalah
konsumen, yang populer dipasaran, contohnya
seperti waktu, Glamour, Parenting dan peribahasa. Dalam
bisnis majalah, majalah konsumen tidak hanya mereka yang memberikan saran
membeli. Istilah ini mengacu pada semua majalah yang dijual oleh langganan atau
supermrkets kios dan toko buku. Sebagai kelompok, majalah konsumen membuat
sebagian besar uang karena mereka memiliki sebagian besar pembaca dan membawa
iklan yang paling.
2.
Perdagangan,
majalah technichal dan profesional, untuk mempelajari lebih lanjut
tentang bisnis mereka. Praktek manajemen hewan, misalnya, adalah majalah
perdagangan, diterbitkan sebagai "bisnis untuk praktisi hewan kecil."
Contoh lain dari majalah perdagangan adalah Columbia Journalism Review
(diterbitkan oleh universitas columbia) dan American Medical Berita
(diterbitkan oleh American Medical Association)
Media
perusahaan isu yang majalah untuk pelanggan khusus mereka. Kebanyakan
perdagangan, teknis dan profesional majalah membawa iklan diarahkan pada
profesi yang mereka layani.
3.
Majalah perusahaan, diproduksi oleh perusahaan untuk, pelanggan karyawan
dan pemegang saham. Majalah ini biasanya tidak membawa iklan. Tujuan utama
mereka adalah untuk mempromosikan perusahaan. Chevron Corp, misalnya,
menerbitkan majalah perusahaan bernama Chevron Odyssey USA.
Struktur majalah dapat dibedakan berdasarkan frekuensi terbitnya dan
sasaran khalayaknya. Artinya redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi
pembacanya. Ditujukan untuk anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau
untuk pembaca umum dari remaja sampai dewasa. Sasarannya juga bisa melalui
profesi tertentu.
|
Contoh Majalah yang Beredar di Indonesia
Berdasarkan Sasaran Pembaca
|
|
Majalah Berita
|
Tempo, Gatra
|
|
Majalah Keluarga
|
Ayah Bunda, Famili
|
|
Majalah Wanita
|
Femina, Kartini
|
|
Majalah Bisnis
|
Eksekutif, Marketing, Swa
|
|
Majalah Properti
|
Bisnis Properti
|
|
Majalah Keuangan
|
Info Bank
|
|
Majalah Pria
|
Matra, Populer
|
|
Majalah Remaja Wanita
|
Gadis
|
|
Majalah Remaja Pria
|
Hai
|
|
Majalah Anak-anak
|
Bobo
|
|
Majalah Ilmiah Populer
|
Prisma
|
|
Majalah Umum
|
Intisari, Warna Sari
|
|
Majalah Hukum
|
Forum Keadilan
|
|
Majalah Pertanian
|
Trubus
|
|
Majalah Olahraga
|
Sportif
|
|
Majalah Militer
|
Angkasa
|
|
Majalah Komputer
|
PC Komputer
|
|
Majalah Telepon Seluler
|
Seluler
|
|
Majalah Agama
|
Sabili
|
|
Majalah Sasra
|
Horison
|
2.3 Karakteristik Majalah
Majalah adalah media yang paling sederhana organisasinya, relatif lebih
mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang banyak. Majalah tetap
dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki karakteristik tersendiri
yaitu:
·
Penyajian lebih dalam
·
Nilai aktualitas lebih lama
·
Gambar/Foto lebih banyak
·
Cover/sampul sebagai daya tarik
2.4 Fungsi Majalah
Majalah berita berfungsi sebagai media informasi, fungsi berikutnya adalah
hiburan. Majalah wanita dewasa fungsinya untuk menghibur. Majalah pertanian
fungsinya untuk memberikan pendidikan, dan informasi dibidang pertanian.
2.5 Dampak Media
Media yang dapat kita temui dimana saja seringkali menempatkan kita sebagai
konsumen yang mau tidak mau harus mengkonsumsi media dalam jumlah yang besar
untuk mengetahui segala perubahan atau perkembangan yang ada. Salah satunya
adalah majalah yang memiliki pengaruh dan berdampak pada pola konsumerisme,
dimana dampak yang ditimbulkan tidak selalu negatif, namun juga tidak
sepenuhnya positif. Peran media yang begitu besar membuat kita tidak dapat
lepas dari sebuah media, salah satunya adalah majalah. Rasa ingin tahu kita
akan suatu hal mempengaruhi tingginya tingkat konsumsi kita. Setiap orang
memiliki perilaku konsumtif yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen antara lain:
a. Faktor Budaya
Nilai-nilai, keyakinan, aturan, dan norma yang ada di
dalam masyarakat mempengaruhi sikap dan tindakan masyarakat dalam lingkungan
tersebut. Terjadinya asimilasi budaya dan difusi budaya menyebabkan terjadinya
perubahan budaya. Disinilah norma-norma budaya yang ada dipakai sebagai acuan untuk menentukkan perubahan mana
yang dapat kita ikuti dan perubahan mana yang tidak dapat kita ikuti.
b. Faktor Sosial
Kita hidup
dalam banyak kelompok yang memberikan banyak alternatif pilihan dalam membuat
suatu keputusan. Kelompok-kelompok tersebut memiliki peraturan yang dapat
mempengaruhi sikap kita. Norma-norma
yang ditegaskan dalam kelompok berusaha mempengaruhi anggota kelompoknya.
Sebuah media tidak sepenuhnya menginformasikan berita sama persis dengan media
lain, bisa saja informasi yang didapat oleh setiap anggota berbeda dan
menyebabkan ketidakpastian. Dengan berinteraksi dalam
kelompok, informasi yang di dapat masing-masing anggota dipersepsikan pada
sebuah keputusan yang sama dalam kelompok tersebut.
c. Faktor Pribadi
Keputusan
seseorang dalam mengkonsumsi suatu produk atau kebiasaan juga dipengarui oleh
karakteristik pribadi seseorang. Usia, pekerjaan, kehidupan eknomi, gaya hidup,
gengsi, dan konsep diri yang berbeda pada setiap orang menyebabkan bedanya
persepsi tiap orang akan informasi yang didapat dari media. Masyarakat bukan hanya memiliki kriteria tersendiri bagi pilihannya.
d. Faktor Psikologis
Faktor
psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam hubungannya dengan budaya konsumen
adalah motivasi, persepsi, pengetahuan, dan kepercayaan. Kebutuhan-kebutuhan manusia yang tidak terbatas menimbulkan
motivasi manusia untuk mendapatkannya. Kepercayaan yang dianut orang membuat
orang berperilaku konsumtif sesuai dengan norma dan
kepercayaannya.
Majalah wanita merupakan salah satu yang sangat berorientasi dengan iklan
dan secara konsisten mempromosikan ideologi konsumerisme. Sesuai dengan
ideologi konsumerisme, majalah wanita menetapkan standar mengenai apa yang
ideal atau tidak untuk wanita, memberikan nasihat untuk mencapai idealitas itu
dan menawarkan produk-produk untuk memenuhi idealitas tersebut. Iklan sendiri
merupakan sebuah bagian media massa yang industrinya semakin mengakar di
masyarakat. Bahkan, keberadaan iklan telah menjadi sesuatu yang wajar dan tidak
mampu dipisahkan dari majalah atau media massa. Iklanlah media yang membawa
nilai-nilai dalam informasinya; salah satunya adalah nilai konsumerisme. Hal
ini awalnya hanya melanda kalangan atas karena secara ekonomi, hanya mereka
yang mampu mengikuti pola hidup konsumtif itu. Akan tetapi, semenjak
nilai-nilai. konsumerisme itu masuk, nilai-nilai
tersebut mulai merambah ke kalangan menengah yang melihat kalangan atas sebagai
orientasi hidup sejahtera dan
nilai-nilai ini terus turun hingga mencapai kalangan bawah. Mungkin ada media
yang menentang mainstream ini dengan melakukan kritik terhadap organisasi dan norma-norma sosial kontemporer. Tapi komersialisasi
membuat kritik tersebut berada dalam kesulitan, karena keinginan untuk mencari
popularitas, distribusi yang luas dan keuntungan telah menumpulkan daya kritis media. Namun tetap masih ada
beberapa media yang konsisten mempromosikan ideologi alternatif, seperti koran
lokal atau film-film independen. Hanya sayangnya jumlah media
seperti ini dan juga audiensnya sangat kecil.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Jadi dapat
disimpulkan bahwa majalah mampu membentuk persepsi benak masyarakat melalui
peciptaan realitas dalam media
seolah-olah majalah menjadi patokan standar dalam masyarakat. Bagaimana pula majalah memberikan informasi-informasi yang aktual yang
lebih lama dibandingkan media lainnya sehingga masyarakat tetap up to date
dengan berita-berita terkini. Bahkan majalah sekarang ini tidak hanya berbentuk
buku tetapi online sehingga masyarakat bisa mengaksesnya melalui internet,
tanpa harus membuanng-buang waktu untuk memcari tukang majalah.
DAFTAR PUSTAKA
Biagi, Shirley, Media/Impact an
Introduction to Mass Media, California: Michael Rosenberg, 2012.
Vera, Nawiroh, Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta:
Renata Pratama Media, 2010.