Rabu, 09 Januari 2013

Sekolah Mungil ku Cerita ku


lagi lomba 17 agustusan 2010

17 agustusan 2010

lomba futsal MM vs UJP (dan kelas kita menang loh 3-0)

lagi nunggu presentasi ukom (Uji Kompetensi)

sebelum presentasi ukom 

keadaan kelas yang gak pernah rapi

foto bersama pak sintho kepala sekolah

setiap harinya selalu main siksa-siksaan haha
Masih polos kelas 1 smk

ini juga kelas 1 pada saat gak ada guru haha 

ini kelas 2 smk, pada saat lagi buat project company profile sekolah  bergaya doang belajar haha 

2 Multimedia 

abis belajar b. inggris di lab with om yaman haha 

Selasa, 08 Januari 2013

Rasa ini

Rasa ini, Rasa ini terkadang sulit untuk berbicara.
Rasa ini, terkadang sulit untuk mengungkapkan rasa yang kita rasa.
Rasa ini, terkadang sulit  untuk mengeluarkan semua perasaan sakit, sedih maupun senang kepada orang lain.
Rasa ini, terkadang menyiksaku.
Rasa ini, selalu membuat ku bungkam.
Tanpa mengungkapkan Rasa ini orang lain tidak akan tahu dan tidak akan peka dengan perasaan ini.


-Cukup sekian Rasa ini :)-

Sabtu, 05 Januari 2013

Makalah Perkembangan Teknologi Komunikasi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mendorong konsumen untuk meningkatkan intensitas penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi informasi dan komunikasi yang pada awalnya sangat terbatas dalam menunjang kebutuhan sehari-hari, saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan atau telah menjadi kebutuhan hidup. Pemenuhan kebutuhan informasi yang pada awalnya terbatas dapat diperoleh dari media informasi cetak baik majalah atau koran seiring perkembangannya dapat diperoleh melalui media informasi eletronik baik radio ataupun televisi. Perkembangan teknologi komunikasi yang pada awalnya melalui media surat menyurat, berkembang melalui media telepon koin atau juga telepon rumah, dan menggunakan teleponbergerak tanpa kabel yang lebih dikenal dengan handphone. Sejalan dengan perkembangan informasi dan komunikasi, saat ini pemenuhan kebutuhan tersebut dapat diperoleh melalui media yang lebih modern yaitu dengan memanfaatkan perkembangan teknologi internet.Internet merupakan salah satu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menawarkan sisi kecanggihan, kepraktisan, dan kemudahan. Informasi yang dapat diperoleh sangatlah beragam dan untuk mendapatkannya cukup mudah dan praktis. Komunikasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan internet juga praktis dan mudah, tidak terbatas oleh waktu ataupun jarak.

1.2         Identifikasi Masalah
Berkaitan dengan judul makalah ini, maka masalahnya dapat di identifikasikan sebagai berikut:
1.      Apa yang di maksud dengan majalah ?
2.      Dampak media apa yang ada di majalah ?
1.3         Pembatasan Masalah
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas di batasi pada masalah:
1.      Majalah dalam media impact
1.4         Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Perkembangan majalah dan dampak medianya.
1.5         Tujuan
Tujuan dalam makalah ini adalah memberikan informasi dan wawasan kepada para pembaca bahwa akan pentingnya perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia sehingga banyak memberikan dampak.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1         Majalah
Majalah adalah Publikasi atau terbitan berkala tetapi bukan setiap hari yang memuat berbagai artikel, berita, cerita, dongeng, mitos, legenda untuk umum.
Definisi majalah menurut Wilcox (2005) yaitu media cetak yang diterbitkan setiap minggu, setiap bulan, atau triwulan dengan publikasi yang menampilkan kedalaman subyek daripada koran.
Majalah mencerminkan tren dan majalah budaya kolonial yang bersaing dengan surat kabar. Majalah perjalanan di luar batas-batas lokal penerbit menemukan pembaca baru.[1]
McClure meluncurkan jurnalisme investigatif baru dalam yang waktu berbeda berhasil majalah khusus mengambil alih perusahaan mengkonsolidasikan kepemilikan dan menentukan pembaca. Perusahaan mengkonsolidasikan kepemilikan dan mendefinisikan pembaca majalah menjadi tiga jenis majalah di tempat kerja yaitu:[2]
1.      Majalah bersaing untuk pembaca di pasar yang penuh sesak.
2.      Pembaca mewakili penonton berharga bagi pengiklan.
3.      Edisi internet menawarkan masa depan penerbitan majalah outlet baru adalah di internet.
Dalam seiring perjalanan waktu, majalah juga memiliki sejarah penerbitan yang panjang seperti media massa yang lainnya. Di awali di Negara Inggris, majalah yang pertama ada di awal abad ke-18 yaitu majalah Review yang bentuk isinya masih gabungan antara sebuah majalah dan Koran, kemudian diikuti dengan majalah Tatler. Sedangkan di Amerika Serikat, majalah yang pertama terbit adalah majalah American Magazine oleh Andrew Bradford dan Benjamin Franklin yang menerbitkan majalah General Magazine and Historial Chronicle, pada tahun 1741. Namun, majalah-majalah di tersebut tidak mampu bertahan lama dikarenakan pada saat itu mereka tidak mendapat iklan, sehingga biaya produksi menjadi mahal serta hanya sebagian kecil orang yang mampu membeli majalah-majalah tersebut, dilain sisi angka melek huruf pada waktu itu masih rendah. Menjelang abad ke-19, majalah mulai mengalami perkembangan yang pesat dan menjadi sebuah industri yang besar.Saat itu, majalah-majalah yang diterbitkan kebanyakan mengetengahkan tentang isu wanita, seni dan sastra, politik, agama dan juga perjuangan sosial.
Majalah tumbuh sebagai media khusus yang menargetkan pembaca. Waktu perkembangan majalah dari tahun ke tahun: [3]
TAHUN
PERKEMBANGAN MAJALAH
1741
Benjamin Franklin dan majalah pertama Andrew Bradford menerbitkan majalah pertama di Amerika, majalah umum (Franklin) dan Amerika majalah (Bradford).
1821
Sabtu malam menjadi majalah pertama yang menjangkau khalayak masyarakat luas.

1830
Louis A. Godey memperkerjakan Sarah Josepha Hale sebagai editor wanita pertama dari sebuah majalah sirkulasi umum perempuan, buku ini Godey wanita.
1865
Bangsa menampilkan komentar politik di Boston.
1887
Cyrus Curtis mulai menerbitkan jurnal rumah wanita.
1893
Samuel A. McClure mendirikan majalah Mcclure, pertama mennujukan bangsa kasus besar untuk jurnalisme investigatif majalah, menampilkan Muckrakers Ida Tarbell dan Lincoln Steffens.
1910
W.E.B Bu Dois dan nasional asosiasi untuk kemajuan orang kulit berwarna (NAACP) mulai krisis.
1923
Henry Luce menciptakan waktu, majalah berita pertama bangsa dan kemudian keberuntungan dan kehidupan, dan akhirnya olahraga di ilustrasikan.
1925
Harold Ross memperkenalkan new yorker.
1945
John Johnson meluncurkan Ebony dan kemudian Jet. Perusahan Johnson yang akhirnya menjadi paling sukses penerbit majalah bangsa untuk pembaca Amerika Afrika.
1985
Publikasi memberli new yorker lebih dari 185 juta, mulai dari era kosolidasi majalah industri. Hari ini Conde Nast, yang dimiliki oleh publikasi, menerbitkan 30 majalah termasuk New Yorker dan Vogue.
1993
Newsweek meluncurkan edisi internet dari majalah.
1997
Penerbitan Dennis, yang memiliki majalah Rolling Stone, meluncurkan Maxim, peluncuran majalah yang paling sukses dalam dekade terakhir.
1999
Time warner inc. (Penerbit majalah Time) Marges dengan Amerika online untuk membentuk media AOL time warner inc.
2000
Oprah Winfrey meluncurkan majalah gaya hidup, majalh Oprah.
2005
Majalah Slate tumbuh populer sebagai majalah internet, salah satu publikasi jenis majalah pertama yang dikeluarkan secara eksklusif secara online.
2009
Penerbit majalah Conde Nast menutup majalah sebelumnya beberapa sukses, salah satu yang pertama, seperti Gourmet dan Modern Bride, karena penurunan pendapatan iklan yang disebabkan oleh krisis ekonomi bangsa.
2010
Mengutip peurunan dalam pendapatan iklan, pemilik Newsweek menjual majalah ke grup investasi. Conde Nast mengumumkan akan meluncurkan edisi mobile dan tablet majalah paling populer yang dicetak.
Today
Majalah sangat khusus, menargetkan kelompok sempit pembaca untuk pengiklan. besar perusahaan media mempublikasikan majalah kebanyakan, dan beberapa majalah yang diterbitkan hanya di internet. Pendapatan majalah menurun, terutama karena penurunan besar dalam pendapatan iklan keseluruhan beberapa majalah pengisian untuk konten online.

2.2     Klasifikasi Majalah
Majalah saat ini dapat dikategorikan menjadi tiga jenis:
1.      Majalah konsumen, yang populer dipasaran, contohnya seperti waktu, Glamour, Parenting dan peribahasa. Dalam bisnis majalah, majalah konsumen tidak hanya mereka yang memberikan saran membeli. Istilah ini mengacu pada semua majalah yang dijual oleh langganan atau supermrkets kios dan toko buku. Sebagai kelompok, majalah konsumen membuat sebagian besar uang karena mereka memiliki sebagian besar pembaca dan membawa iklan yang paling.
2.      Perdagangan, majalah technichal dan profesional, untuk mempelajari lebih lanjut tentang bisnis mereka. Praktek manajemen hewan, misalnya, adalah majalah perdagangan, diterbitkan sebagai "bisnis untuk praktisi hewan kecil." Contoh lain dari majalah perdagangan adalah Columbia Journalism Review (diterbitkan oleh universitas columbia) dan American Medical Berita (diterbitkan oleh American Medical Association)
Media perusahaan isu yang majalah untuk pelanggan khusus mereka. Kebanyakan perdagangan, teknis dan profesional majalah membawa iklan diarahkan pada profesi yang mereka layani.
3.      Majalah perusahaan, diproduksi oleh perusahaan untuk, pelanggan karyawan dan pemegang saham. Majalah ini biasanya tidak membawa iklan. Tujuan utama mereka adalah untuk mempromosikan perusahaan. Chevron Corp, misalnya, menerbitkan majalah perusahaan bernama Chevron Odyssey USA.[4]
Struktur majalah dapat dibedakan berdasarkan frekuensi terbitnya dan sasaran khalayaknya. Artinya redaksi sudah menentukan siapa yang akan menjadi pembacanya. Ditujukan untuk anak-anak, remaja, wanita dewasa, pria dewasa, atau untuk pembaca umum dari remaja sampai dewasa. Sasarannya juga bisa melalui profesi tertentu.[5]
Contoh Majalah yang Beredar di Indonesia
Berdasarkan Sasaran Pembaca
Majalah Berita
Tempo, Gatra
Majalah Keluarga
Ayah Bunda, Famili
Majalah Wanita
Femina, Kartini
Majalah Bisnis
Eksekutif, Marketing, Swa
Majalah Properti
Bisnis Properti
Majalah Keuangan
Info Bank
Majalah Pria
Matra, Populer
Majalah Remaja Wanita
Gadis
Majalah Remaja Pria
Hai
Majalah Anak-anak
Bobo
Majalah Ilmiah Populer
Prisma
Majalah Umum
Intisari, Warna Sari
Majalah Hukum
Forum Keadilan
Majalah Pertanian
Trubus
Majalah Olahraga
Sportif
Majalah Militer
Angkasa
Majalah Komputer
PC Komputer
Majalah Telepon Seluler
Seluler
Majalah Agama
Sabili
Majalah Sasra
Horison

2.3     Karakteristik Majalah
Majalah adalah media yang paling sederhana organisasinya, relatif lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang banyak. Majalah tetap dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki karakteristik tersendiri yaitu:
·         Penyajian lebih dalam
·         Nilai aktualitas lebih lama
·         Gambar/Foto lebih banyak
·         Cover/sampul sebagai daya tarik

2.4     Fungsi Majalah
Majalah berita berfungsi sebagai media informasi, fungsi berikutnya adalah hiburan. Majalah wanita dewasa fungsinya untuk menghibur. Majalah pertanian fungsinya untuk memberikan pendidikan, dan informasi dibidang pertanian.
2.5     Dampak Media
Media yang dapat kita temui dimana saja seringkali menempatkan kita sebagai konsumen yang mau tidak mau harus mengkonsumsi media dalam jumlah yang besar untuk mengetahui segala perubahan atau perkembangan yang ada. Salah satunya adalah majalah yang memiliki pengaruh dan berdampak pada pola konsumerisme, dimana dampak yang ditimbulkan tidak selalu negatif, namun juga tidak sepenuhnya positif. Peran media yang begitu besar membuat kita tidak dapat lepas dari sebuah media, salah satunya adalah majalah. Rasa ingin tahu kita akan suatu hal mempengaruhi tingginya tingkat konsumsi kita. Setiap orang memiliki perilaku konsumtif yang berbeda-beda. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain:
a.      Faktor Budaya
Nilai-nilai, keyakinan, aturan, dan norma yang ada di dalam masyarakat mempengaruhi sikap dan tindakan masyarakat dalam lingkungan tersebut. Terjadinya asimilasi budaya dan difusi budaya menyebabkan terjadinya perubahan budaya. Disinilah norma-norma budaya yang ada dipakai sebagai acuan untuk menentukkan perubahan mana yang dapat kita ikuti dan perubahan mana yang tidak dapat kita ikuti.
b.      Faktor Sosial
Kita hidup dalam banyak kelompok yang memberikan banyak alternatif pilihan dalam membuat suatu keputusan. Kelompok-kelompok tersebut memiliki peraturan yang dapat mempengaruhi sikap kita. Norma-norma yang ditegaskan dalam kelompok berusaha mempengaruhi anggota kelompoknya. Sebuah media tidak sepenuhnya menginformasikan berita sama persis dengan media lain, bisa saja informasi yang didapat oleh setiap anggota berbeda dan menyebabkan ketidakpastian. Dengan berinteraksi dalam kelompok, informasi yang di dapat masing-masing anggota dipersepsikan pada sebuah keputusan yang sama dalam kelompok tersebut.
c.       Faktor Pribadi
Keputusan seseorang dalam mengkonsumsi suatu produk atau kebiasaan juga dipengarui oleh karakteristik pribadi seseorang. Usia, pekerjaan, kehidupan eknomi, gaya hidup, gengsi, dan konsep diri yang berbeda pada setiap orang menyebabkan bedanya persepsi tiap orang akan informasi yang didapat dari media. Masyarakat bukan hanya memiliki kriteria tersendiri bagi pilihannya.
d.      Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang mempengaruhi seseorang dalam hubungannya dengan budaya konsumen adalah motivasi, persepsi, pengetahuan, dan kepercayaan. Kebutuhan-kebutuhan manusia yang tidak terbatas menimbulkan motivasi manusia untuk mendapatkannya. Kepercayaan yang dianut orang membuat orang berperilaku konsumtif sesuai dengan norma dan kepercayaannya.
Majalah wanita merupakan salah satu yang sangat berorientasi dengan iklan dan secara konsisten mempromosikan ideologi konsumerisme. Sesuai dengan ideologi konsumerisme, majalah wanita menetapkan standar mengenai apa yang ideal atau tidak untuk wanita, memberikan nasihat untuk mencapai idealitas itu dan menawarkan produk-produk untuk memenuhi idealitas tersebut. Iklan sendiri merupakan sebuah bagian media massa yang industrinya semakin mengakar di masyarakat. Bahkan, keberadaan iklan telah menjadi sesuatu yang wajar dan tidak mampu dipisahkan dari majalah atau media massa. Iklanlah media yang membawa nilai-nilai dalam informasinya; salah satunya adalah nilai konsumerisme. Hal ini awalnya hanya melanda kalangan atas karena secara ekonomi, hanya mereka yang mampu mengikuti pola hidup konsumtif itu. Akan tetapi, semenjak nilai-nilai. konsumerisme itu masuk, nilai-nilai tersebut mulai merambah ke kalangan menengah yang melihat kalangan atas sebagai orientasi hidup sejahtera dan nilai-nilai ini terus turun hingga mencapai kalangan bawah. Mungkin ada media yang menentang mainstream ini dengan melakukan kritik terhadap organisasi dan norma-norma sosial kontemporer. Tapi komersialisasi membuat kritik tersebut berada dalam kesulitan, karena keinginan untuk mencari popularitas, distribusi yang luas dan keuntungan telah menumpulkan daya kritis media. Namun tetap masih ada beberapa media yang konsisten mempromosikan ideologi alternatif, seperti koran lokal atau film-film independen. Hanya sayangnya jumlah media seperti ini dan juga audiensnya sangat kecil.



BAB III
PENUTUP
3.1         Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa majalah mampu membentuk persepsi benak masyarakat melalui peciptaan realitas dalam media seolah-olah majalah menjadi patokan standar dalam masyarakat. Bagaimana pula majalah memberikan informasi-informasi yang aktual yang lebih lama dibandingkan media lainnya sehingga masyarakat tetap up to date dengan berita-berita terkini. Bahkan majalah sekarang ini tidak hanya berbentuk buku tetapi online sehingga masyarakat bisa mengaksesnya melalui internet, tanpa harus membuanng-buang waktu untuk memcari tukang majalah.




DAFTAR PUSTAKA
Biagi, Shirley, Media/Impact an Introduction to Mass Media, California: Michael Rosenberg, 2012.
Vera, Nawiroh, Pengantar Komunikasi Massa, Jakarta: Renata Pratama Media, 2010.



















[1] Nawiroh Vera, Pengantar Media Massa, (Jakarta; Renata Pratama Media, 2010). hlm. 63.
[2] Shirley Biagi, Media/Impact An Introduction to Mass Media, (California: Michael Rosenberg, 2012).hlm. 68.
[3] Ibid. hlm. 70.
[4] Ibid. hlm. 76.
[5] Nawiroh Vera, Op.Cit, hlm. 65.