Kamis, 15 November 2012

Tugas Teknik Reportase (Berita Hard News)


HARGA BELUM STABIL, KEDELAI LOCAL MENINGKAT


Seorang tukang tempe yang sedang berjualan
TANGERANG-Harga kedelai di Pasar Ciputat belum stabil, sehingga harga tahu dan tempe pun masih belum stabil. Ini dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan kedelai import gagal panen dan membuat harga kedelai import naik. Kini para pembuat tahu dan tempe terpaksa menggunakan kedelai local, dalam segi kualitas kedelai import lebih bagus dari kedelai local, harga kedelai local yang lebih mahal pun membuat para pembuat tahu tempe merasa keberatan. Ini disebabkan stok kedelai local yang terbatas karena tidak memiliki lahan yang luas untuk panen sehingga harganya pun menjadi mahal. Hal ini harus ditindak lanjuti dengan memperluas lahan kedelai local agar tidak ketergantungan dengan kedelai import.                                       
“Kami pun sebagai pedagang tidak bisa berbuat apa-apa dalam kenaikan harga, hanya bisa menunggu keputusan dari pemerintah, dan kasian konsumen.” Ujar Baskoro seorang pedagang tahu dan tempe.
Untuk keluarga menengah kebawah kenaikan harga tahu dan tempe sangat memberatkan mereka dengan hasil yang tidak seberapa, itu semua tidak masalah bagi mereka yang keluarga menengah ke atas. “Semua kenaikan harga untuk sekarang tidak ada masalah untuk saya, mungkin karena kita hanya keluarga kecil”. Ujar Erna seorang ibu rumah tangga.