HARGA
BELUM STABIL, KEDELAI LOCAL MENINGKAT
| Seorang tukang tempe yang sedang berjualan |
TANGERANG-Harga
kedelai di Pasar Ciputat belum stabil, sehingga harga tahu dan tempe pun masih
belum stabil. Ini dikarenakan musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan
kedelai import gagal panen dan membuat harga kedelai import naik. Kini para
pembuat tahu dan tempe terpaksa menggunakan kedelai local, dalam segi kualitas
kedelai import lebih bagus dari kedelai local, harga kedelai local yang lebih
mahal pun membuat para pembuat tahu tempe merasa keberatan. Ini disebabkan stok
kedelai local yang terbatas karena tidak memiliki lahan yang luas untuk panen
sehingga harganya pun menjadi mahal. Hal ini harus ditindak lanjuti dengan
memperluas lahan kedelai local agar tidak ketergantungan dengan kedelai import.
“Kami pun sebagai
pedagang tidak bisa berbuat apa-apa dalam kenaikan harga, hanya bisa menunggu
keputusan dari pemerintah, dan kasian konsumen.” Ujar Baskoro seorang
pedagang tahu dan tempe.
Untuk keluarga menengah
kebawah kenaikan harga tahu dan tempe sangat memberatkan mereka dengan hasil
yang tidak seberapa, itu semua tidak masalah bagi mereka yang keluarga menengah
ke atas. “Semua kenaikan harga untuk sekarang tidak ada masalah untuk saya,
mungkin karena kita hanya keluarga kecil”. Ujar Erna seorang ibu rumah
tangga.