KATA
PENGANTAR
Puji
syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun
berhasil menyelesaikan makalah ini dalam bentuk maupun isi yang sangat
sederhana. Makalah ini ditulis untuk melengkapi tugas ujian tengah semester
ganjil Komunikasi Lintas Budaya di Universitas Budi Luhur.
Penulisan
makalah ini selalu mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh
karena itu, penyusun mengucapkan terima kasih atas bantuan dan bimbingan
tersebut kepada:
1. Kedua
orang tua yang sudah memberi semangat kepada kami.
2. Bu
Nawiroh Vera selaku dosen Komunikasi Lintas Budaya.
3.
Teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu per satu.
Harapan
penyusun semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan wawasan
bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah
ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Penyusun,
menyusun makalah ini dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Namun, penyusun
menyadari adanya kekurangan atau kesalahan dalam penyusunan makalah karena
kurangnya ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Jakarta, 06 November 2013
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................ 1
DAFTAR ISI ........................................................ 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Komunikasi Lintas Budaya 3
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Alur
Cerita ........................................................ 5
2.2 Pra
Konflik ........................................................ 10
2.3 Konflik ........................................................ 10
2.4 Anti Klimaks ........................................................ 10
2.5 Klimaks ........................................................ 10
2.6 Analisis
Teori ........................................................ 11
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ........................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ........................................................ 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Komunikasi Lintas Budaya
Dalam
dekade 160-an dan 1970-an, sebagai peristiwa telah menimbulkan pengaruh besar
di dunia. Pembangunan yang cepat dan luas dalam bidang transportasi dan
komunikasi menyebabkan dunia “susut” kita memasuki era dunia. Mobilitas kita
telah meningkat sehingga jarak tidak lagi merupakan masalah.
Komunikasi
untuk memahami interaksi antarbudaya ataupun lintas budaya, terlebih dahulu
kita harus memahami komunikasi manusia. Memahami komunikasi manusia berarti
memahami apa yang terjadi selama komunikasi berlangsung, mengapa iu terjadi,
apa yang dapat terjadi, akibat-akibat dari apa yang terjadi, dan akhir-akhirnya
apa yang dapat kita perbuat untuk mempengaruhi dan memaksimalkan hasil-hasil
dari kejadian tersebut.
Kita
mulai dengan suatu asumsi dasar bahwa komunikasi berhubungan dengan perilaku
manusiaa-manusia lainnya. Hampir setiap orang membutuhkan hubungan sosial
dengan orang-orang lainnya, dan kebutuhan ini terpenuhi melalui pertukaran
pesan yang berfungsi sebagai jembatan untuk mempersatukan manusia-manusia yang
tanpa berkomunikasi akan terisolasi. Pesan-pesan itu mengemuka lewat perilaku
manusia. Ketika kita berbicara, kita sebenarnya sedang berperilaku. Ketika kita
melambaikan tangan, tersenyum, bermuka masam, menganggukan kepala, atau
memberikan suatu isyarat, kita juga sedang berperilaku. Sering
perilaku-perilaku ini merupakan pesan-pesan, pesan-pesan itu digunakan untuk
mengkomunikasikan sesuatu kepada seseorang.[1]
Budaya
itu sendiri berkenaan dengan cara manusia hidup. Manusia belajar berpikir,
merasa, mempercayai dan megusahakan apa yang patut menurutn budayanya, bahasa,
persahabatan, kebiasaan makan, praktik komunikasi tindakan-tindakan sosial,
kegiatan-kegiatan ekonomi dan politik, dan teknologi, semua itu berdasarkan
pola-pola budaya. Ada orang-orang yang berbicara bahsa Tagalog, memakan ular,
menghindari minuman keras terbuat dari anggur, menguburkan orang-orang yang
mati, berbicara melalui telepon, atau meluncurkan roket ke bulan, ini semua
karena mereka telah dilahirkan atau sekurang-kurangnya dibesarkan dalam suatu
budaya yang mengandung unsur-unsur tersebut. Apa yang orang-orang lakukan,
bagaimana mereka bertindak, bagaimana mereka hidup dan berkomunikasi, merupakan
respons-respons terhadap fungsi-fungsi dari budaya mereka.1
Komunikasi
Lintas Budaya merupakan salah satu bidang kajian Ilmu Komunikasi yang lebih
menekankan pada perbandingan pola-pola komunikasi antar pribadi di antara
peserta komunikasi yang berbeda kebudayaan. Pada awalnya, studi lintas budaya
berasal dari perspektif antropologi sosial dan budaya sehingga kajiannya lebih
bersifat depth description, yakni penggambaran yang mendalam tentang perilaku
komunikasi berdasarkan budaya tertentu.
Banyak
pembahasan Komunikasi Lintas Budaya yang berkisar pada perbandingan perilaku
komunikasi antarbudaya dengan menunjukkan perbedaan dan persamaan sebagai
berikut:
1.
Persepsi, yaitu sifat dasar persepsi dan pengalaman persepsi, peranan
lingkungan sosial dan fisik terhadap pembentukan persepsi
2.
Kognisi, yang terdiri dari unsur-unsur khusus kebudayaan, proses berpikir,
bahasa dan cara berpikir.
3.
Sosialisasi, berhubungan dengan masalah sosialisasi universal dan relativitas,
tujuan-tujuan institusionalisasi; dan
4.
Kepribadian, misalnya tipe-tipe budaya pribadi yang mempengaruhi etos,dan
tipologi karakter atau watak bangsa.[2]
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Alur
Cerita
The
Karate Kid sebuah film yang menceritakan seorang anak berumur 12 tahun yang
bernama Dre Parker dan memiliki seorang ibu bernama Sherry. Mereka tinggal di
Detroit Amerika, tetapi karena pekerjaan ibunya diharuskan pindah ke Beijing
negara china dengan terpaksa Dre harus mengikut ibunya pindah ke China. Sebelum
berangkat ke China Dre dan ibunya berpamitan kepada paman dan teman-temannya
Dre pun sangat terlihat sedih harus meninggalkan paman, teman-temannya, dan
begitu pula negaranya Amerika. Dre pun diberikan sebuah skateboard kepada
temannya sebagai kenang-kenangan disana. Dre dan ibunya pun segera meluncur ke
bandara, setelah sampai di bandara Dre dan ibunya langsung menaiki pesawat Air
China dengan penerbangan selama 13 jam untuk sampai di China. Di pesawat Ibu
Sherry mencoba belajar bahasa China untuk beradaptasi di China nanti, ibunya
pun mencoba mengajarkan Dre bahasa China tetapi Dre tidak mau mendengarkannya malah
Dre berkata kepada ibunya.
Dre
“China itu
ketinggalan jaman. Ada rumah tua, taman tua, orang tua.
Lihat saja, dia
ini setidaknya bermr 400 tahun”
Ibu
Sherry
“Dre tolong
fokus”
Tetapi ibunya tetap menyuruh Dre fokus untuk belajar
bahasa China, akhirnya pun Dre disuruh bertanya kepada orang China yang berada
di sebelahnya saat di pesawat. Tetapi orang yang ditanya Dre bukanlah orang
China ternyata sama-sama dari Detroit Amerika.
Setelah sampai di China Dre dan Ibunya dijemput oleh
seorang guide untuk ditunjukan tempat mereka tinggal. Sampainya di Beverly
Hills nama tempat mereka tinggal langsung ada seorang laki-laki bernama Harry
yang menyampari Dre untuk menolongnya mengangkat barang-barang. Ibunya pun
mengurusi segala macamnya untuk tempat yang tinggali nanti, ibunya pun masih
bingung untuk beradaptasi, ketika diberikan kartu ibu Sherry pun bertanya
kepada guide yang mendampinginya untuk apa kartu ini, karena di Amerika tidak
ada kartu seperti ini. Untuk persetujuan sewa dalam bahasa Inggrisnya,
pemiliknya bernama Nyonya Wang.
Saat
ibunya ingin mandi ternyata air panasnya tidak menyala dan ibunya pun menyuruh
Dre untuk memanggil Tuan Han yang membetulkan segala macamnya ditempat mereka
tinggal. Dre pun mencoba bertanya kepada seorang receptionist dengan
menggunakan bahasa Inggris tetapi ternyata receptionist itu hanya bengong
dengan wajahnya yang bingung karena tak mengerti. Dre pun tetap mencari dengan
berteriak memanggil Tuan Han dan ternyata ada sekumpulan orang pegawai yang
sedang berkumpul dan Dre mencoba berbicara dengan bahasa Inggris ternyata pun
mereka tak ada yang mengerti akhirnya Dre menggunakan simbol agar mereka
mengerti. Saat bertemu Tuan Han ternyata Tuan Han sedang makan dan tidak bisa
diganggu Dre pun langsung meminta maaf, saat makan ada lalat yang menghampiri
Tuan Han dan Tuan Han memukulnya lalu mengambilnya dengan sumpit yang iya makan
dan Dre merasa sangat menjijikan melihatnya.
Dre pun mencoba bermain ketaman yang
berada ditempat tinggalnya. Harry pun mengajak Dre untuk bermain basket tetapi
ternyata permain Dre sedang tidak bagus saat itu, akhirnya Dre diajak oleh 2
orang tua yang sedang bermain pingpong Dre sangat tidak keberatan untuk ikut
bergabung. Selama Dre bermain ditaman ada wanita cantik yang memperhatikannya.
Harry pun menceritakan kepada Dre bahwa wanita yang bernama Mei Ying itu sangat
pintar bermain biola Harry pun tidak pernah melihatnya kalah lawan siapapun.
Harry pun menantang Dre untuk bicara kepada Mei Ying karena daritadi Dre
memperhatikan Mei Ying selama Harry menceritakannya. Akhirnya Dre berbicara
kepada Mei Ying yang ternyata bisa menggunakan bahasa Inggris. Mei Ying merasa
penasaran dengan rambut Dre akhirnya pun Mei Ying meminta kepada Dre untuk
menyentuh rambutnya.
Mei Ying
Dre
“Mau sentuh
rambutku ?”
Mie
Ying
“iya”
Dre
“Tentu”
Ketika Dre dan Mei Ying berbincang-bincang datanglah
seorang laki-laki yang bernama Cheng karena tidak suka melihat Mei Ying
berbicara dengan Dre. Cheng seorang
laki-laki yang keluarganya dekat Mei Ying dan Cheng jago sekali Kung-fu.
Cheng pun menyuruh Mei Ying latihan dan
menurut Cheng Mei Ying tidak membutuhkan kertas ini dan kertas itu pun dibuang
oleh Cheng, Dre pun mencoba mengambilnya dan mengasihnya kepada Mei Ying tetapi
Cheng tetap membuangnya. Karena kesal akhirnya pun Cheng menghajar Dre, Dre pun
mencoba membalasnya tetap Dre tetap kalah dengan Cheng.
Saat keesokan harinya Dre harus masuk sekolah dihari
pertama, Dre pun salah menggunakan seragam ternyata seragam yang iya gunakan
hanya dipakai hari khusus saja. Dre pun menggunakan topi untuk menutupi luka
lebamnya yang berada dimata.
Makan
siang pun tiba Dre mengambil makan dengan menggunakan sumpit tapi ternyata Dre
tidak bisa karena di Amerika dulu iya tidak seperti itu.
Setelah mengambil makan siang tiba-tiba Cheng dengan
sengaja menepis tempat makan Dre sehingga jatuh berhamburan, Dre pun sangat
kesal dan marah kepada Cheng, saat Dre ingin menghajar Cheng guru mereka pun
segera datang dan melerainya. Dre pun sangat membenci tempat ini.
Pagi hari Dre sedang belajar karate dengan mencontoh
yang ada di televisi. Kemudian Tuan Han datang untuk memperbaiki air panas yang
rusak. Lalu Tuan Han memanggil Dre dan memberi tahu kan bahwa air panasnya
sudah benar dan sebelum menggunakan air panas diputar terlebih dahulu dan
tunggu setengah jam, lalu matikan.
Dre
“Kenapa tidak dibiarkan hidup saja ?”
Tuan
Han
“Oh di Amerika seperti itu ? tidak perlu diputar
kalau disana, ya pakai itu saja bisa menyelamatkan bumi.”
Sesampainya
disekolah Dre merasa takut bertemu dengan Cheng dan kawan-kawan, Dre pun
mencoba menghindar dengan berjalan cepat.
Lalu
Dre pergi berjalan-jalan bersama ibunya dan Dre meminta ijin kepada ibunya
untuk pergi ke Kota terlarang di China dari sekolah. Tiba-tiba dre melihat
sesuat dan berlari kencang sampai ibunya tertinggal, ternyata Dre melihat
tempat Kung-fu disana banyak sekali orang-orang yang berlatih kung-fu, tetapi
ternyata Cheng berlatih kung-fu ditempat itu, Dre pun langsung mengajak ibunya
pergi dari tempat itu, saat itu ibu Dre rambutnya sedang di pegangi oleh
anak-anak kecil.
Keesokan
harinya Dre pergi ke Kota Terlarang dari sekolah dan Dre memegang sebuah benda
yang berbentuk bulat-bulat kata Mei Ying itu adalah pembawa keberuntungan.
Setelah
sepulang dari kota terlarang lagi-lagi Dre harus mengumpat-ngumpat agar tidak
ketahuan Cheng, Dre pun melihat banyak kotoran air lalu Dre menyiramnya ke
Cheng dan Dre berlari Cheng pun sangat marah Cheng dan kawan-kawannya pun
mengejar Dre sampai akhirnya Dre berhasil ditangkap dan Dre dipukuli sampai
lemas. Akhirnya Tuan Han datang dan membantu Dre. Dre pun diobati oleh Tuan Han
dengan cara kuno China. Dre pun bertanya kepada Tuan Han apa iya bisa Kung-fu
dan Tuan Han menjelaskannya, Dre pun minta untuk diajarinya tetapi Tuan Han
menolak, karena wajah Dre yang murung akhirnya Tuan Han mau mengajari Dre,
sehingga Dre di ajak ketempat Cheng berlatih dan mengatakan kepada pelatih
Cheng bahwa studio iya tidak bagus untuk dijadikan kung-fu karena kung-fu bukan
untuk mencari musuh. Pelatih Cheng pun tidak terima akhirnya pelatih Cheng
mengajak Tuan Han bertanding tetapi Tuan Han menolak, Tuan Han menawarkan agar
bertem di turnamen nanti, dengan persyaratan Cheng dan kawan-kawan tidak mengganggu
Dre sampai turnamen, pelatih Cheng pun setuju.
Dre
pun mulai berlatih dengan Tuan Han tetapi Dre disuruh melepas Jaket dan
mengambil jaket dan taruh di gantungan itu adalah salah satu kebiasaan di
China. Setiap harinya hanya seperti itu dan Dre pun kesal hanya seperti itu,
akhirnya Tuan Han memberi tahu kan kepada Dre bahwa setiap gerakan yang kita
lakukan setiap hari adalah cara kung-fu.
Keesokan
harinya Dre diajak kepuncak kaki gunung oleh Tuan Han dimana kung-fu berasal
dari sana. Dengan meminum air kaki naga kita tidak akan pernah kalah. Dre pun
berlatih disana bersama Tuan Han.
Sehingga
suatu saat turnamen akan dimulai Dre pun mencoba fokus untuk melawan mereka
semua. Setiap putaran pertandingan Dre selalu menang sehingga pelatih Cheng
menyuruh muridnya untuknya mematahkan kaki Dre, Dre pun sangat merasakan sakit
dan dibawa ke dokter, tetapi Dre tidak menyerah untuk masuk final. Difinal pun
Dre melawan Cheng, Cheng pun berusaha mematahkan kaki Dre tetapi Dre tetap
menang menjadi juara. Dan Cheng pun meminta maaf.
2.2 Pra Konflik
Awal
terjadinya pra konflik antara Dre dan Cheng karena Dre mendekatkan Mei Ying
wanita yang Cheng suka, secara mendasar juga Cheng dekat dengan keluarga Mei
Ying sehingga Cheng merasa berkuasa terhadap Mei Ying, maka dari itu muncul
prra konflik antara Dre dan Cheng.
2.3 Konflik
Konflik ini pun terjadi saat Dre mendekati Mei Ying
dan mengajak Mei Ying berbicara dan mengobrol, bercanda sehingga Mei Ying
tertawa. Seketika Mei Ying ingin memegang rambut Dre dan Dre memperbolehkannya,
Cheng yang melihatnya pun sangat amat kesal kepada Dre dan menngehhampiri Mei
Ying untuk latihan dengan nada kesal Cheng melempar kertas yang dipegang Mei
Ying, Dre pun mencoba membela Mei Ying tetapi Dre malah di pukuli oleh Cheng
yang jago Kung-fu.
2.4 Anti Klimaks
Anti Klimaks dari film ini yaitu saat Mei Ying
mengikuti audisi biola setelah latihan terus menerus akhirnya Mei Ying
mengikuti audisi yang secara mendadak audisi tersebut di percepat, tanpa
diketahui siapa yang lolos dalam audisi biola.
2.5 Klimaks
Klimaks dari film ini setelah di ajarkan Tuan Han
kung-fu akhirnya Dre bisa memenangkan turnamen kung-fu dan mengalahkan Cheng,
meskipun kakinya sakit karena diinjak-injak oleh musuhnya yang mencoba ingin
mematahkan kakinya tetapi Dre tidak menyerah dan tetap bertanding mengalahkan
Cheng, Cheng pun meminta maaf kepada Dre.
2.6 Analisis Teori
A.
Klasifikasi
Pesan Nonverbal
Menurut Ray L. Birdwhistell, 65% dari komunikasi
tatap-muka adalah nonverbal, sementara menurut Albert Mehrabian, 93% dari semua
makna sosial dalam komunikasi tatap muka diperoleh dari isyarat-isyarat
nonverbal. Dalam pandangan Birdwhistell, kita sebenarnya mampu mengucapkan
ribuan suara vokal, dan wajah kita dapat menciptakan 250.000 ekspresi yang
berbeda.[3]
·
Proses-Proses
Nonverbal
Proses-proses verbal merupakan alat utaman untuk
pertukaran pikrian dan gagasan, namun proses-proses ini sering dapat diganti
oleh proses-proses nonverbal walaupun tidak terdapat kesepakatan tentang bidang
proses nonverbal ini, kebanyakan ahli setuju bahwa hal-hal berikut mesti
dimasukan isyarat, ekspresi wajah, pndangan mata, poster dan gerakan tubuh,
sentuhan, pakaian, artefak, diam, ruang, waktu dan suara. Dalam proses-proses
nonverbal yang relevan dengan komunikasi antarbudaya, terdapat tiga aspek yang
akan kita bahas, perilaku nonverbal yang berfungsi sebagai bentuk bahasa diam,
konsep waktu, dan penggunaan dan pengaturan ruang.1
·
Bahasa
Tubuh
Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika
(kinesics), suatu istilah yang diciptakan seorang perintis studi bahasa nonverbal,
Ray L. Birdwhistell. Setiap anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan
pandangan mata), tangan, kepala, kaki, dan bahkan tubuh secara keseluruhan
dapat digunakan sebagai isyarat simbolik. Karena kita hidup, semua anggota
badan kita senantiasa bergerak. Lebih dari 2 abad yang lalu Blaise Pascal
menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak, istirahat sempurna adalah kematian.3
Isyarat
Tangan
Isyarat
tangan atau berbicara dengan tangan termask apa yang disebut emblem, yang
dipelajari, yang punya makna dalam suatu budaya atau subkultur. Meskipun
isyarat tangan yang digunakan sama, maknanya boleh jadi berbeda, atau isyarat
fisiknya berbeda, namun maksudnya sama.
Analisa : Seperti pada film The Karate Kid dimana
Dre yang tidak bisa berbahasa Mandarin saat iya ingin menanyakan keberadaann
Tuan Han untuk meminta tolong membenarkan air panas dirumahnya tidak ada satu
pun yang mengerti bahasa Dre, maka dari itu Dre memberikan isyarat tangan untuk
memberi tahukan maksudnya.
Ekspresi
Wajah dan Tatapan Mata
Masuk
akal bila banyak orang menganggap perilaku nonverbal yang paling banyak
berbicara adalah ekspresi wajah, khususnya pandangan mata, meskipun mulut tidak
berkata-kata. Okulesika (Oculesics) merujuk pada studi tentang penggunaan
kontak mata (termasuk reaksi manik mata) dalam berkomunikasi. Menurut Albert
Mehrabian, andil wajah bagi pengaruh pesan adalah 55%, sementara vokal 30%, dan
verbal hanya 7%.
Analisa : Ketika Dre memandangi Mei Ying yang tak
berhenti-henti menandakan bahwa Dre memperhatikan Mei Ying secara diam-diam dan
eskpresi wajah Dre setiap bertemu Mei Ying yang selalu senang.
Cinta
Keintiman
Kategori
ini merujuk pada sentuhan yang menyatakan keterikatan emosional atau
ketertarikan.
Analisa : Saat Dre mencium Mei Ying itu
menunjukkan bahwa ada ketertarikan terhadap mereka berdua. Menandakan bahwa Dre
dan Mei Ying memiliki rasa emosional yang mendalam. Cara ini adalah salah satu
budaya Amerika.
Penyesuaian
Diri Berjalan Dua Arah
Orang
tidak perlu menghabiskan hidupnya ntuk mempelajari berbagai budaya untuk
memahami bahwa tidak ada satu budaya pun yang statik. Semua budaya secara
konstan berubah dan suatu contohnya adalah saat Dre mulai membiasakan diri
hidup di China dan akhirya bisa bela diri yaitu kung-fu. Itu menunjukkan bahwa
Dre sudah bisa menyesuaikan diri dengan budaya China.
B. Komunikasi Sebagai Proses Budaya
Asumsi
dasarnya adalah komunikasi merupakan suatu proses budaya. Artinya, komunikasi
yang ditujukan pada orang atau kelompok lain tak lain adalah sebuah pertukaran
kebudayaan. Seperti Dre yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris
dengan Mei Ying, secara tidak langsung Dre sedanng berkomunikasi berdasarkan
kebudayaan tertentu milik Dre untuk menjalin kerja sama atau mempengaruhi
kebudayaan lain. Dalam proses tersebut terkandung unsur-unsur kebudayaan, salah
satunya adalah bahasa. Sedangkan bahasa adalah alat komunikasi. Dengan
demikian, komunikasi juga disebut sebagai proses budaya.
C.
Budaya
Budaya
setiap negara memiliki budaya masing-masing bahkan setiap kota pun memiliki
budaya yang berbeda, sehingga budaya itu sangat banyak sekali. Tidak semua
orang pun paham dengan budaya yang ada di setiap negara atau pun kota. Maka
dari itu kita harus beradaptasi dengan budaya yang ada di setiap negara atau
pun kota.
Seperti
film The Karate Kid ini ada 2 Negara yang berbeda yaitu Amerika dan China
dimana negara ini memiliki budaya yang sangat berbeda. Dari segi kulit orang
Amerika Dre dan Ibunya memiliki kulit hitam dan rambut keriting ikal itu adalah
budaya amerika sedangkan China memiliki kulit putih dan mata sipit.
Amerika
menggunakan bahasa Inggris sedangkan China menggunakan bahasa Mandarin, bahasa
yang sangat berbeda ini, merupakan budaya negara masing-masing. Maka dari itu
Dre yang berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris merupakan Komunikasi
sebagai proses budaya.
Cara
menempatkan pakaian pun merupakan budaya, seperti di Amerika meletakkan jaket
dibawah lantai bukan suatu masalah tetapi di China meletakkan jaket dibawah lantai
merupakan suatu masalah karena kebiasaan orang China setelah melepaskan jaket
langsung meletakkannya di gantungan atau yang bernama “Jetlag”.
Dance
merupakan budaya Amerika dimana banyak orang-orang Amerika menari. Tetapi di
China bela diri kung-fu lah yang sangat terkenal dan salah satu budaya di
China.
Cara
menyalakan air panas di Amerika dan China pun berbeda apabila di Amerika keran
untuk air panas tidak pernah dimatikan dibiarkan tetap menyala, tetapi tidak di
China apabila ingin menggunakan air panas harus terlebih dahulu memutar keran
dan diamkannya selama 30 menit baru bisa digunakan setelah selesai digunakan
langsung dimatikan. Hal kecil seperti ini pun menunjukkan sebuah budaya.
Inilah
perbedan-perbedaan antara budaya Amerika dan China, perbedaan budaya ini
sangatlah jelas jauh berbeda, dimulai dari hal kecil bahkan sampai yang besar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam
film The Karate Kid ini dapat disimpulkan bahwa sebuah bela diri bukanlah untuk
mencari musuh atau menghabiskan musuh sampai babak belur tetapi untuk mencegah
kita dari kejahatan tetapi bukan berarti kita harus menyakiti.
Dari
segi budayanya dapat disimpulkan bahwa dengan menyesuaikan diri secara dua arah
membuat kita terbiasa dengan budaya yang ada disana. Dengan kita menyesuaikan
budaya di negara lain atau kota bukan berarti kita melupakan budaya kita
sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Mulyana, Deddy,
Rakhmat, Jalaluddin, Komunikasi
Antarbudaya, Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2000.
Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung:
PT. REMAJA ROSDAKARYA, 2010.
Nurrudin, Sistem Komunikasi Indonesia, Jakarta:
PT. RajaGrafindo Persada, 2010.
http://sbektiistiyanto.files.wordpress.com/2008/07/ho-klb1.pdf,
diakses tanggal 05 November 2010
