Hampir satu tahun sudah warga Kampung Pulo Pd. Labu, Cilandak-Jakarta Selatan merasakan banjir setiap harinya. Banjir ini disebabkan oleh penyempitan kali krukut untuk pelebaran lahan, walaupun tidak hujan banjir pun datang ke pemukiman warga dan merendam semua rumah warga Kampung Pulo.
| Add caption |
Warga pun mengeluh dengan adanya banjir yang biasanya hanya datang 5 tahun sekali sekarang setiap hari mereka merasakan banjir, karena mereka merasa terganggu dengan aktifitas sehari-hari.
“udah hampir 4 bulan tidak bekerja, untuk mengurusi banjir” ujar Ibu Rahmat yang bekerja sebagai tukang es dan memomong anak tetangganya. Jumat (10/03/2012)
Bahkan kondisi warga sekarang sangatlah memperhatinkan banyak dari mereka yang terserang penyakit.
“Kalau yang tidak kuat yaa sakit, klo keluhan saya sudah tua kaki juga sakit rematik,” ujar Ibu Rahmat
| Add caption |
Warga Kampung Pulo pun pernah melakukan demo terhadap Komnas HAM dan Gubenur DKI Jakarta Pak Fauzi Bowo dengan masalah banjir ini.
“Kemarin ada keputusan kalau disini tidak jadi di gusur,” tutur Ibu Rahmat
Semenjak warga melakukan demo kepada Komnas HAM dan Gubenur DKI Jakarta Pak Fauzi Bowo hanya berupa pelebaran sungai, gorong-gorong yang sudah di angkat, di buatnya waduk yang masih dalam proses pembuatan, dan dibuatnya tanggul di setiap lingkungan warga.
Harapan Ibu Rahmat, agar masalah banjir ini cepat teratasi dan warga bisa hidup senang seperti dulu, saya juga sangat berharap kalau kampung ini tidak jadi digusur walaupun banjir 5 tahun sekali datang saya tetap ingin bertahan disini.
“Saya hanya ingin seperti dulu, agar kita merasa lebih tenang dan senang,” ujar Ibu Rahmat
Jakarta, Aktual.com — Usai mengadakan pertemuan dengan warga kampung Pulo, Jakarta Timur, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pihaknya akan memberikan rusun kepada ratusan warga Kampung Pulo yang bakal digusur dari bantaran sungai.
BalasHapus“Saya sudah tegaskan sekarang yang 527 kavling kalau bukan tanahnya mereka hanya tinggal di rusun,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (5/8).
Kampung Pulo Digusur, Ahok: Tidak Ada Uang Kerohiman